Jumat, 06 Agustus 2010

e

ternyata saya merasa kesepian. kadang bersikukuh sebagai perempuan tangguh. tapi kini terantuk kenyataan bahwa saya masih perempuan.

Kamis, 06 Mei 2010

memulai sesuatu yang baru...semoga tak sekedar niat, semoga terhindar dari segala goda.....

Selasa, 27 April 2010

27.04.10

alhamdulillah.. aku masih bernafas dan waras menjalani hidup ini.. memang, kesepian akan sangat menghanyutkan.. terlebih saat tak ada aktivitas yang berarti. kadang hampir gila rasanya. dada sesak dan air mata mendesak.. namun, itu akan tak ada artinya saat kita benar-benar percaya, harapan yang kita tanam di tengah kelam malam sedang menunggu hujan.. dan saat hujan itu datang maka hayalan kan jadi kenyataan..

Selasa, 20 April 2010

aku kesepian

kadang
ingin kurasakan
luka yang luka
tangis yang tangis

mati yang mati...

Minggu, 28 Februari 2010

tentang sebuah kelahiran

Seribu satu kemunculanku
Dari kepompong
Cangkang telur
Bahkan dari untaian lendir di selokan samping rumahmu
Namun semuanya sama saja
Sebuah fragmen yang sama
Selalu sama

Pecah gelombang tangis pertama
Di antara senyum bahagia
Mengapa kalian menangis?
Tak tahukah udara mencubitiku
Atau dua sosok diam di sisiku
Dengan tumpukkan kertas dan pena bulu angsa
Tanpa senyum, tanpa tatapan hangat

Kedipan mataku dicatat
Tarikan nafasku dicatat
Pergerakan setiap selku dicatat

Bahkan aku belum melakukan apa-apa

Apakah kalian tahu itu, sedang kalian tersenyum
Bahagia

Ada apa dengan dunia ini
Inilah fragmen ironi
Tentang sebuah kelahiran

Kamis, 11 Februari 2010

now

duniaku, sekarang sedang berliku
entah karena buta
entah karena tuli
akulah aktor bebal sejati

sudah kutanam semangat itu
tapi menguap disapu tatap

ini bukan aku

Senin, 18 Januari 2010

pemerolehan bahasa kedua

Aku lupa bahasa
Gagu
Ngilu

Terantuk ini bahasa kedua
Bahasa yang menyulur lipatan-lipatan rasa
Menyisipkan hangat hati
Meledakkan aroma semangat
Di pagi buta terjaga

Bahasa pertama tersimpan dalam alun bisik
Sujud khusuk doa-doa
Bahasa senyum tanpa air mata
Bahasa demi bukan karena

Sedang ini kali bahasa entah
Terpaut dalam getar tertahan
Ronta beringas serapah kata
Bahasa luka dalam tangis tawa
Bahasa walaupun bukan karena

Bahasa pertamaku Ibu
Sekedar kasih tanpa pamrih
Sederhana

Tapi ini kali bahasa gundah
Terinjeksi habis tuntas
Aku
Dalam bahasamu
Gagu
Ngilu

balada asam dan garam

Hai orang asing
Jangan saja berputar gasing
Meratalah meluluhlah
Kan kusitirkan sajak-
sajak sejuk pepohonan
kekata embun
kekata kabut
Kudongengkan nada-
nada angin lembah
kicau daun
kicau bunga
Kunyanyikan bait-
bait cinta dibukit hijauku
dan air terjun dilerengnya
yang jatuh jumpalitan bersama hatiku pada matamu
Hai orang asing
Jangan saja berputar gasing
Memecahlah menyatulah
Kan kubisikkan debar-
debar debur ombak
getar badai
getar pasir
Kutunjukkan suara-
suara gelora matahari jingga
semilir nyiur
semilir mutiara
Kudendangkan rintik-
rintik rindu terumbu karangku
dan kecipak sirip diselanya
yang bergolak berontak bersama hatiku pada senyummu

Kaulah asam itu

Kaulah garam itu

Dalam didihan ini kita bertemu
Melebur luruh dalam satu
Gelembung cinta menguap meruap
Perlahan mengental
Kekal……